PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mengintensifkan upaya penetrasi layanan perbankan digital syariah ke berbagai kota besar, termasuk Bandung, Jawa Barat. Salah satu langkah yang diambil adalah meluncurkan Program Serbu Ekosistem di daerah ini.
Alex Sofjan Noor, Direktur Utama Bank BSN, mengungkapkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk hadir di setiap aspek dan ekosistem masyarakat. Strategi ini dirancang agar layanan yang ditawarkan semakin dekat dan relevan dengan aktivitas usaha serta kebutuhan sehari-hari nasabah.
“Melalui berbagai inisiatif Program Serbu, seperti Serbu Resto, Serbu Kampus, Serbu Rumah Sakit, Serbu Masjid, hingga Serbu Toko, kami melanjutkan semangat ini di Bandung dengan Program Serbu Ekosistem,” jelas Alex dalam keterangan resminya pada 11 September 2026.
Alex juga menekankan bahwa kepercayaan nasabah terhadap Bank BSN dapat dilihat dari kinerja fundamental yang solid. Hingga akhir Agustus 2026, total aset Bank BSN mencapai Rp81,5 triliun, meningkat 20,75% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Pencapaian ini memperkuat posisi Bank BSN sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.
Dari segi transaksi digital, pertumbuhan ekosistem Bank BSN menunjukkan angka yang signifikan. Platform mobile banking, Bale by Syariah, kini telah memiliki 238.897 pengguna aktif dan mencatatkan 3,29 juta transaksi dengan nilai total sekitar Rp6,57 triliun.
Sementara itu, layanan QRIS yang ditawarkan oleh Bank BSN telah diadopsi oleh 2.102 merchant, dengan total transaksi mencapai 2,07 juta kali dan volume transaksi yang mengesankan, yaitu Rp552,1 miliar.
Peluncuran Program Serbu Ekosistem Resto di Bandung merupakan bagian dari perayaan Hari Pelanggan Nasional. Kegiatan ini dilakukan secara langsung di lokasi salah satu merchant BSN, yaitu restoran Saji Marem yang dimiliki oleh Bapak Wagiman, menegaskan komitmen perusahaan untuk terjun langsung ke lapangan.
Alex, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Cabang di Bandung, memanfaatkan kesempatan ini untuk tidak hanya bernostalgia, tetapi juga untuk mendengarkan secara langsung aspirasi dari para mitra usaha.
“Pada hari ini, saya ingin lebih banyak mendengar dari Bapak dan Ibu sebagai pelaku usaha dan nasabah BSN. Kami ingin tahu apa yang telah berjalan baik, area mana yang perlu diperbaiki, dan kebutuhan apa yang bisa lebih kami dukung ke depannya,” ungkapnya.

