Kecerdasan buatan (AI) telah mulai mengambil peran penting dalam industri perfilman, terutama dalam konteks film pendek yang mengangkat isu sosial. Dalam rangkaian acara Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia, penyelenggara memperkenalkan untuk pertama kalinya kategori Best AI Film Award. Penghargaan ini diberikan kepada film-film yang memanfaatkan teknologi AI untuk menceritakan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.
Acara ini, yang diorganisir oleh Li Foundation, berlangsung di Ice Palace, Lotte Mall, Jakarta, dan menampilkan sebelas karya terpilih dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia.
Pengenalan kategori Best AI Film Award bertujuan untuk memberikan kesempatan berkarya kepada lebih banyak individu, terutama mereka yang selama ini terhambat oleh biaya produksi yang tinggi, keterbatasan peralatan, atau kurangnya keterampilan teknis dalam pembuatan film tradisional.
Meskipun mengandalkan teknologi AI, penilaian terhadap film-film yang ikut berkompetisi tetap berfokus pada empat kriteria utama: kemampuan bercerita, orisinalitas, eksekusi, dan dampak sosial yang ditimbulkan.
Dengan kata lain, AI berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kreativitas manusia, bukan sebagai pengganti. Dari tiga finalis yang terpilih, karya berjudul Pulang, Jahitan Harapan di Atas Puing, dan 2 Are Better Than 1 berkompetisi di kategori ini.
Pulang, yang ditulis dan disutradarai oleh Dika Karan, berhasil meraih juara pertama dalam kategori Best AI Film Award dan mendapatkan hadiah senilai Rp30 juta. Selain itu, film berjudul Nyanyian di Angkringan yang diproduksi oleh Tim Samudra juga memperoleh penghargaan kehormatan, Honourable Mention.
Candy Goh, Direktur Li Foundation, menegaskan bahwa inti dari #InspiringIndonesia tidak hanya terletak pada pencapaian teknis, tetapi juga pada kekuatan cerita yang disampaikan.
“#InspiringIndonesia 2026 bukan sekadar soal karya, melainkan juga tentang partisipasi komunitas dan kekuatan storytelling dalam mendorong perubahan. Setiap cerita yang dibagikan memiliki potensi untuk memberdayakan orang lain. Kami berharap semakin banyak individu yang terinspirasi untuk bercerita, membangun koneksi, dan menciptakan perubahan positif,” ujar Candy Goh dalam pernyataannya, yang dikutip pada Senin, 14 September 2026.
Kemenangan di tingkat nasional ini membuka peluang bagi para finalis untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat regional, di mana mereka akan bersaing untuk kesempatan tampil di Grand Final Inspiring Asia di Manila, Filipina. Untuk kategori Best AI Film, tersedia modal regional hingga US$10 ribu bagi pemenang di tingkat Asia.

