bisnis

Rumput Laut Indonesia Siap Gantikan Plastik Fosil untuk Perkuat Rantai Pasok Global

PT Uluu Solusi Indonesia tengah meningkatkan upayanya untuk memperluas jaringan kerjasama dengan para petani rumput laut, pemasok, serta mitra terkait di seluruh Nusantara.

Dian Kurniawati, Presiden Direktur Uluu Solusi Indonesia, menyatakan bahwa sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam misi Uluu untuk menggantikan plastik yang berasal dari fosil dengan bahan baku yang dihasilkan dari rumput laut.

“Melalui Uluu Indonesia, kami bertekad untuk membangun kemitraan lokal yang solid dan memastikan bahwa aspek ketertelusuran, praktik budidaya yang berkelanjutan, serta manfaat bagi masyarakat yang menggeluti budidaya rumput laut, menjadi bagian integral dari rantai pasok kami sejak awal,” ungkap Dian dalam pernyataannya pada Minggu, 6 September 2026.

Co-founder dan Co-CEO Uluu, Dr. Julia Reisser, menekankan bahwa pendirian Uluu Indonesia merupakan langkah signifikan dalam perkembangan perusahaan. Dia menjelaskan bahwa rumput laut adalah bahan baku utama yang digunakan dalam produk mereka, sehingga cara budidaya dan lokasi budi daya memiliki peranan krusial.

“Dengan adanya tim di Indonesia, kami dapat berkolaborasi secara langsung dengan mitra lokal dan para petani seiring dengan pertumbuhan bisnis kami. Kami sangat antusias untuk melihat apa yang dapat kita ciptakan bersama,” jelas Julia.

Uluu telah sukses melakukan pengiriman perdana rumput laut yang sepenuhnya terlacak dari CV. Persada Semesta di Sulawesi Selatan. Bersama Koltiva, informasi mengenai asal-usul dan pergerakan rumput laut dicatat secara digital, mulai dari tingkat petani hingga proses pengolahan dan pengiriman.

Indra Santoso, General Manager CV. Persada Semesta, mengungkapkan bahwa proyek percontohan ini meningkatkan transparansi Uluu terhadap rantai pasoknya, serta menyediakan sistem yang dapat terus diperbaiki dan diperluas seiring dengan peningkatan produksi.

Aspek ketertelusuran, menurut Indra, juga membantu mereka dalam memahami dan meningkatkan setiap tahap dalam rantai pasok, mulai dari proses budidaya hingga pengiriman akhir.

“Kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan Uluu dan Koltiva dalam proyek percontohan ini, dan berharap dapat memperluas inisiatif ini untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat petani kami,” tuturnya.

Selain itu, Uluu juga telah meluncurkan Program Peningkatan Budidaya Perairan (AIP) di Luwu, Sulawesi Selatan, yang merupakan bagian dari Seafood Savers, sebuah platform inisiatif WWF-Indonesia, yang dijalankan bersama mitra rantai pasoknya, CV Persada Semesta.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k